XML WEB SERVICES

Senin, 03 Januari 2011

XML Web Services merupakan teknologi yang saat ini berkembang pesat dan digunakan untuk mendukung sistem agar dapat dikembangkan dengan lebih baik. Dengan menggunakan XML sebagai basis dari web services, hal ini menyebabkan konsep web services dapat di terapkan di berbagai platform aplikasi.
Kita tentu sudah tau banyak vendor-vendor software raksasa dan juga vendor-vendor open source yang berlomba-lomba untuk membangun suatu tools yang mendukung pembuatan web services. Hal ini tentunya di akibatkan karena mereka melihat bagaimana teknologi ini akan mengubah pembuatan model aplikasi yang tentunya akan berpengaruh dalam eksistensi masing-masing vendor di dunia teknologi informasi.



"Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Web Services"

Web Services merupakan alternatif yang dapat digunakan dalam model aplikasi N-tier. Fungsi-fungsi yang mendukung business logic dari suatu sistem dapat dibuat dalam web services sehingga dengan demikian sistem yang dibuat nantinya akan dapat digunakan dalam platform manapun, melalui bahasa pemrograman apa pun, bahkan dengan menggunakan web services yang sama kita dapat menggunakan device apa pun untuk berinteraksi dengan sistem (PDA, WAP, Smart Phone, dan lain-lain).
Hal ini menjadikan web service sebagai suatu metode pembuatan aplikasi yang inovatif dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi di masa yang akan datang.
Meskipun demikian, tidak semua sistem cocok menggunakan web service. Karena beberapa keuntungan web service tadi, kita tidak dapat langsung begitu saja mengubah aplikasi e-commerce yang sudah kita miliki menjadi berbasiskan web service. Ada banyak faktor yang perlu di pertimbangkan, di antaranya adalah:
¤ Web Services tidak mendukung transaksi
Dalam database dikenal adanya istilah transaction, dimana transaksi-transaksi yang dilakukan terhadap database dapat di commit atau di-rollback berdasarkan kondisi tertentu. Protokol SOAP saat ini belum mendukung penggunaan transaksi.

¤ Mekanisme callback
web service tidak dapat digunakan untuk melakukan call back terhadap client. Artinya web service tidak dapat mengaktifkan method-method yang berada di client.

¤ Isu dalam debugging
ketika terjadi error pada saat pemanggilan web method, web service merespons dalam bentuk informasi kesalahan SOAP. Artinya, error yang muncul di server tidak sama dengan pesan error yang ada di client. Sebagai contoh, saat pemanggilan suatu web-method yang berhubungan dengan database terjadi time out, di server kita dapat mengetahui exception yang muncul, namun di sisi client hanya menerima exception SoapException.

¤ Performance
Web Services membutuhkan suatu infrastruktur jaringan yang cukup baik, dalam hal ini kita dapat begitu saja mengimplementasikan web services dalam sistem yang tidak didukung dengan infrastruktur jaringan yang memadai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Information-Technology All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.